Blog EntryBelajar dari monyetApr 12, '08 8:52 AM
for everyone
Email dari seorang teman...

Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.

Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya.

Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita.

Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih. Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?

15 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dj0k3r wrote on Apr 12
Monkey Emoticons jadi pengen malu
wulanakhwat wrote on Apr 12
terimakasih telah berbagi... :)
ariesca wrote on Apr 12
dj0k3r said
jadi pengen malu
akupun malu kok mas... :p
ariesca wrote on Apr 12
terimakasih
kembali kasih..
makasih udah mampir :)
kepikiran wrote on Apr 12
tadinya gw pikir ini ada kaitannya ma XL..
good point!
TFS ya bo..
ariesca wrote on Apr 12
tadinya gw pikir ini ada kaitannya ma XL..
whuehehehe.....ga ada sama sekali bang :)
3legiowner wrote on Apr 12
waks ...
gud stori ...
...
ariesca wrote on Apr 12
waks ...
gud stori ...
...
waks...
makasih (padahal cuma forward aja)...
3legiowner wrote on Apr 12
nama na jg share ...
ane jg ga lupa ngucapin maksih ...
ariesca wrote on Apr 12
maksih ...
kembali kasiih..
eclipzione wrote on Apr 13
Pernah denger tehnik berburu seperti ini. Tapi blom pernah aku praktekin!
ariesca wrote on Apr 13
blom pernah aku praktekin!
berani mencoba? ;)
rachmiwi wrote on Apr 13
memang ga mudah...tapi semua akan bisa jika terlatih n biasa...waktu akn menyembuhkan, belajar untuk memperpendek waktu sebgai latihannya. jadi..marilah monyet-monyet semua bukalah genggaman tanganmu! :)
ariesca wrote on Apr 13
marilah monyet-monyet semua
manggil siapa mba? whuehehehe......
ilovebogor wrote on Jun 4
trik ini ga bakalan ngaruh ke aku

soalnya aku sukanya permen

kalo cuma dimasukin kacang sih aku ngga akan ambil

hehehe :D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help